NLP-Neuro Linguistic Programming

Suatu hari di gurun pasir yang sangat puaanaaas, angin kering gurun berhembus menerpa keras tubuh seorang anak kecil yang sedang berjalan dengan menuntun binatang unta kesayangannya. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, datang seorang pemuda yang sedang kebingungan karena sedang tersasar di luasnya gurun pasir. Sejauh mata memandang, hanya pasir dan pasir yang terpandang.

Sang pemuda menyapa si adik kecil dengan harap akan diberitahu arah jalan yang benar serta diberikan seteguk air minum yang melegakan, “Hai adik kecil, bolehkah saya meminta minum dan ditunjukkan jalan pulang?”.

Adik kecil dengan polos berkata, “Om, saya mau membantu om, tapi ada syaratnya…”

Si pemuda itupun tak berpikir panjang lagi, karena sang pemuda sudah sangat kehausan dan letih karena berputar-putar di panasnya padang pasir. “Oke, apa yang bisa saya bantu?”, jawab sang pemuda. Lalu si adik kecil bercerita bahwa dia baru saja ditinggal pergi oleh ayahnya karena mengidap sakit keras, dan sekarang ayahnya meninggalkan 17 ekor unta untuk ketiga anaknya. Si Adik kecil beserta ibu dan kakak-kakaknya kebingungan bagaimana cara membaginya agar adil, tanpa harus ada unta yang dipotong menjadi tiga.

Sang pemuda pun segera memberikan solusinya ketika sang pemuda tersebut sampai di rumah si adik kecil, dan tak lupa untuk meminta minum melepas dahaga yang mengeringkan sekujur tubuhnya.

Sluurrpp..glek..glek..glek… air minum pun membasahi kerongkongannya, dan sang pemuda siap untuk memberikan solusinya. Di hadapan dia sudah duduk seorang ibu, dan ketiga anaknya, menantikan jawaban solusi dari sang pemuda.

“Saya berikan unta saya untuk Anda semua”, ujar sang pemuda. Kalimat ini sontak membuat keluarga tersebut kaget dan tersenyum penuh tanda tanya, apa gerangan yang dimaksud oleh sang pemuda. “Ya, aku berikan unta saya sehingga unta kalian menjadi 18 ekor. Dan merupakan sebuah keadilan jika saya tidak mebagi rata jumlah unta ini, saya akan bagi berdasarkan usia kalian. Apakah kalian setujua wahai adik-adikku?” tanya sang pemuda.

Merekapun serempak menjawab “Setujuuuu….!!!”.

Lalu sang pemuda melanjutkan penjelasannya,”karena kamu anak yang pertama, maka kamu berhak mendapatkan ½ dari 18 unta ini, yaitu 9 ekor, lalu kamu sebagai anak yang kedua akan mendapatkan 1/3 dari 18 unta ini, yaitu 6 ekor, dan kamu sebagai adik paling kecil akan mendapatkan 1/9 dari 18 unta ini, yaitu 2 ekor. Apakah semua senang?”, tanya Sang pemuda.

Ketiga anak itu pun menjawab dengan serempak, “senaaaaang….”

Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. NLP diawali pada sekitar tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Semula pembahasan lebih terpusat pada berbagai “hal beda yang dapat membuat perbedaan” antara individu “unggul” dengan individu “rata-rata”. Guna memahami lebih lanjut akan perbedaan tersebut, mereka melakukan serangkaian pemodelan pada berbagai aspek dari individu “unggul”, seperti berbagai prilaku dalam menerima serta menyikapi lingkungan sekitar. Hal itu berujung pada pemahaman mengenai mekanisme kerja pikiran. Sehingga NLP berisikan berbagai presuposisi mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan seperangkat metode untuk melakukan perubahan.

Secara semantik, Neuro dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dilakukan individu dalam menginterpretasikan informasi yang didapat melalui panca indra dan berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di pikiran. Linguistic ditujukan untuk menjelaskan pengaruh bahasa yang digunakan pada diri maupun pada individu lain yang kemudian membentuk pengalaman individu akan lingkungan. Programming dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang lebih positif. Walaupun pikiran individu telah memiliki program “alaminya”, yang didapat baik melalui pewarisan secara genetis maupun melalui berbagai pengalaman, individu tetap dapat melakukan peprograman ulang sehingga dapat bertindak lebih efektif.

NLP semula dikembangkan sebagai salah satu perangkat psychotherapeutic. Namun kemudian memperoleh kredibilitas ketika diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti bisnis, komunikasi dan lainnya. NLP juga sangat bermanfaat ketika digunakan pada pengembangan pribadi maupun pada proses belajar dan mengajar yang efektif.

Sebelum sang pemuda tersebut angkat kaki dan melanjutkan perjalanan pulang, sang ibu bertanya, “Wahai anak muda, jika dihitung kembali ternyata jumlah unta untuk anak pertama saya adalah 9 ekor, anak kedua 6 ekor, dan anak ketiga 2 ekor, total jumlahnya baru 17 ekor. Lalu 1 ekor untanya untuk siapa?”

Dengan wajah tersenyum dan penuh kedamaian, sang pemuda menjawab, “Karena saya sudah membantu Anda keluar dari masalah yang pelik, maka bolehkah saya meminta 1 ekor unta untuk saya gunakan dalam perjalanan pulang?” Sang pemuda pun meninggalkan rumah tersebut dengan unta tetap menjadi miliknya.

Itulah NLP, sebuah teknik canggih yang bisa dengan mudah menyelesaikan masalah Anda, tanpa Anda merasakan bahwa Anda sudah kehilangan masalah tersebut dan menjadi orang yang baru.

Be Amazing… AMAZING YOU!!!