Lorong Panti yang Sepi

Haai sahabat Hebat, gimana kabarmu di hari yang penuh Semangat ini? sungguh luar biasa nya jika Kamu menjawab,”YAA..AKU SELALU BERSEMANGAAAT”!
kalo begini terus, mungkin kita akan kesulitan menemukan Orang-orang yang Gagal dan Pesismis dalam hidupnya. semua ini bisa Saja terjadi jika kita TIDAK memberikan kesempatan kepada Pikiran-pikiran Negatif merusak dan menjurumuskan kita kepada Kesulitan yang berkepanjangan.
Naah..Kebetulan sekali, ini untuk semangatmu yang selalu membara, Aku mau sharing Cerita Huebat ini, saking hebatnya kamu wajib membacanya sampai habis, oke? mari kita lanjut,
Disebuah Lorong panti… Senyap. Dinding putih dan bangku panjang. Sunyi, Begitulah saat Ali pertama kali bertemu dengan Doni.
“Beli kartunya dong Kak,” pintanya saat itu. tampak saat ia menarik tangan ali dan memamerkan beberapa kartu ucapan di tangannya. Ada 5 buah, kartu-kartu mungil yang dibungkus plastik transparan. Ada sebuah kartu yang sederhana, dengan hanya satu gambar bunga di depannya. Telihat garis-garis sejajar, mungkin melambangkan tanah. Kelopak-kelopaknya tampak merekah, dengan tangkai yang sangat panjang. Dia bilang, kartu-kartu itu adalah buatannya sendiri. ali pun mengambil satu, dan dia pun tersenyum.


Rasa senang dan syukur pun menyelimuti diri bak seorang ibu yang sudah sangat rindu dengan anaknya.